Pontianak, 12/01/2026 – Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda peringatan HBI yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menekankan nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan. Bakti sosial dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ar-Rahmah dan Panti Asuhan Nurul Iman di Provinsi Kalimantan Barat, dengan tujuan untuk berbagi serta mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjen Imigrasi Kalbar, Bapak Alberthus Santani Fenat, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal, Bapak Azriyal Zam selaku perwakilan Kepala Kantor Wilayah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pontianak, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan. Kehadiran para pimpinan dan jajaran tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan peringatan Hari Bhakti Imigrasi sebagai momentum memperkuat nilai empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial institusi kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bapak Azriyal Zam menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai pengabdian, pelayanan, dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga oleh seluruh insan imigrasi. Ia menekankan bahwa tugas keimigrasian tidak hanya terbatas pada pelayanan dokumen perjalanan dan penegakan hukum, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Momentum Hari Bhakti Imigrasi menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali peran institusi sebagai bagian dari elemen bangsa yang turut berkontribusi dalam pembangunan sosial. Pengurus LPI Ar-Rahmah dan Panti Asuhan Nurul Iman dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan kepada anak-anak asuh mereka.
LPI Ar-Rahmah saat ini menaungi sekitar 26 anak tuna netra yang membutuhkan dukungan pendidikan dan pembinaan berkelanjutan, sementara Panti Asuhan Nurul Iman membina sekitar 20 anak. Dalam kegiatan tersebut, jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Kalbar menyerahkan bantuan sosial yang diterima langsung oleh pengurus panti sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan para penghuni. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, diakhiri dengan doa bersama serta sesi ramah tamah yang semakin mempererat tali silaturahmi. Diharapkan, kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semangat kebersamaan dan kepedulian antara institusi imigrasi dan masyarakat Kalimantan Barat semakin kuat di masa mendatang.

