Pontianak, 07/04/2026 — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat melalui perwakilan Bidang Teknologi Informasi dan Hubungan Masyarakat menghadiri kegiatan bertajuk "No Trust, No Impact: Jurus Jitu Humas Pemerintah Menang di Komunikasi Digital" yang diselenggarakan di Golden Tulip Hotel, Pontianak pada Selasa, 7 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum beserta tim dan dilaksanakan berdasarkan surat perintah undangan dan bertujuan untuk memperkuat kapasitas kehumasan dalam menghadapi dinamika komunikasi publik di era digital.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak yang secara resmi membuka kegiatan. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong serta penampilan atraksi budaya, sebelum dilanjutkan ke sesi pemaparan materi.
Sesi pertama mengangkat tema manajemen krisis kehumasan yang menekankan pentingnya memahami perbedaan antara isu dan krisis, serta perlunya respons komunikasi yang cepat dan strategis. Dijelaskan bahwa krisis merupakan kondisi yang dapat menjadi titik balik bagi organisasi, sehingga deteksi dini terhadap isu menjadi langkah penting dalam menjaga reputasi institusi.
Pada sesi kedua, dibahas strategi komunikasi dalam menyikapi kebijakan keimigrasian, khususnya terkait perubahan mekanisme perpanjangan izin tinggal bagi warga negara asing. Strategi komunikasi difokuskan pada penyampaian pesan yang sederhana dan mudah dipahami, serta pemanfaatan berbagai kanal komunikasi untuk menjangkau audiens secara efektif sekaligus membangun persepsi positif publik.
Sesi ketiga membahas pentingnya membangun citra instansi yang mampu menginspirasi kepercayaan publik. Ditekankan bahwa kepercayaan tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui konsistensi antara kinerja, integritas, dan komunikasi yang transparan serta akuntabel kepada masyarakat.
Sementara itu, sesi keempat membahas pengelolaan media sosial sebagai sarana strategis dalam menyampaikan informasi publik dan membangun interaksi dengan masyarakat. Pengelolaan media sosial harus dilakukan secara terencana, responsif, serta mampu mengantisipasi potensi isu yang berkembang di ruang digital.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan memberikan pemahaman komprehensif terkait peran strategis kehumasan dalam mendukung kinerja institusi. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan guna memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi.

