Pontianak, 13/02/2026 – Sebagai bagian dari upaya penguatan kesiapan pengamanan menjelang perayaan budaya dan keagamaan di Kalimantan Barat, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Liong Kapuas 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan apel berlangsung di Lapangan Jananuraga Polda Kalbar dan menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan personel lintas instansi. Apel dipimpin oleh Irwasda Polda Kalimantan Barat dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, serta instansi vertikal terkait lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini menandai fase akhir persiapan sebelum Operasi Liong Kapuas 2026 digelar secara penuh di wilayah Kalimantan Barat. Melalui forum apel gabungan tersebut, seluruh unsur pengamanan menyatukan persepsi dan langkah strategis guna menciptakan situasi yang kondusif selama rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh berlangsung.
Penyelenggaraan apel ditandai dengan prosesi penyematan pita tanda operasi secara simbolis kepada perwakilan petugas dari masing-masing instansi. Simbolisasi tersebut menjadi penegasan dimulainya koordinasi lapangan secara terpadu dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Konsentrasi massa yang diperkirakan meningkat di berbagai titik keramaian menjadi salah satu pertimbangan utama dilaksanakannya operasi kewilayahan ini. Oleh karena itu, kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola pengamanan berbasis risiko menjadi fokus perhatian dalam apel gelar pasukan. Dengan dilaksanakannya tahapan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan operasional yang matang sebelum terjun langsung ke lapangan.
Dalam amanatnya, pimpinan apel menekankan bahwa sinergi antar instansi merupakan faktor kunci keberhasilan pengamanan agenda tahunan tersebut. Tingginya mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan selama periode Imlek dan Cap Go Meh dinilai memerlukan pendekatan pengamanan yang komprehensif dan terkoordinasi. Setiap instansi diminta menjalankan peran sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas dan pelayanan publik. Bagi jajaran keimigrasian, momentum ini memiliki dimensi strategis karena berkaitan dengan potensi peningkatan kunjungan warga negara asing ke Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, penguatan fungsi pengawasan keimigrasian dilakukan secara adaptif guna mengantisipasi kemungkinan pelanggaran yang dapat timbul seiring meningkatnya arus mobilitas lintas negara.
Sejalan dengan pelaksanaan Operasi Liong Kapuas 2026, Kanwil Imigrasi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pengamanan melalui peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas warga negara asing. Fokus pengawasan diarahkan pada simpul transportasi, kawasan wisata, serta lokasi penyelenggaraan festival budaya yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung. Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada pengawasan yang tegas namun tetap humanis agar kualitas pelayanan publik tetap terjaga. Dengan adanya apel gelar pasukan ini, diharapkan seluruh personel yang terlibat mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab, profesional, dan terukur. Pada akhirnya, sinergi lintas sektor yang kuat diharapkan mampu memastikan perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Kalimantan Barat berlangsung aman, damai, serta tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

