Pontianak, 28/01/2026 - 30/01/2026 – Tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan, Pengendalian, dan Pengawasan (Bindalwas) Teknis Keimigrasian pada dua satuan kerja, yakni Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Singkawang, pada 28 s.d. 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan fungsi pembinaan dan pengawasan internal guna memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian berjalan sesuai standar operasional, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta target kinerja organisasi. Selain melakukan monitoring langsung, tim juga melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap aspek pelayanan, pengawasan orang asing, dukungan sarana prasarana, serta kesiapan sumber daya manusia pada masing-masing satuan kerja.
Dalam kunjungan ke Kanim Mempawah, tim mendapati bahwa pelayanan paspor kepada masyarakat telah berjalan dan menunjukkan progres positif, meskipun belum sepenuhnya optimal. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sarana dan prasarana mengingat satuan kerja ini masih tergolong baru terbentuk. Beberapa kebutuhan mendasar seperti ruang layanan yang representatif, dukungan perangkat teknologi informasi, serta kelengkapan administrasi dan keuangan masih dalam proses pemenuhan bertahap. Meski demikian, jajaran Kanim Mempawah menunjukkan komitmen kuat dengan terus memaksimalkan fasilitas yang tersedia sembari aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mempercepat pembangunan gedung kantor permanen serta penguatan dukungan operasional. Tim Kanwil memberikan sejumlah catatan perbaikan sekaligus apresiasi atas upaya progresif yang telah dilakukan.
Berbeda dengan kondisi di Mempawah, hasil monitoring di Kanim Singkawang menunjukkan capaian yang sangat baik. Sarana dan prasarana dinilai telah memadai, tata kelola pelayanan berjalan optimal, serta kinerja unit kerja terlihat stabil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan diskusi strategis terkait isu aktual di wilayah kerja, khususnya tingginya angka perkawinan campur etnis Tionghoa serta kesiapan menghadapi potensi lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara menjelang perayaan Imlek. Mengingat Kota Singkawang dikenal sebagai salah satu destinasi utama bagi warga negara asing asal Tiongkok, tim Kanwil menekankan pentingnya kesiapsiagaan layanan keimigrasian yang cepat, akurat, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kanwil Imigrasi Kalimantan Barat menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara bidang Lalu Lintas Keimigrasian dan bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) di seluruh satuan kerja. Kolaborasi tersebut dinilai krusial dalam menyeimbangkan aspek pelayanan izin tinggal dengan fungsi pengawasan orang asing yang efektif dan terukur. Hasil evaluasi dari kegiatan Bindalwas ini akan menjadi bahan rekomendasi strategis bagi Kanwil untuk mendorong percepatan pembangunan dan pemenuhan sarana prasarana di Kanim Mempawah, sekaligus memperkuat sistem pengawasan wilayah kerja Singkawang yang memiliki dinamika keimigrasian cukup tinggi. Melalui langkah pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis evaluasi lapangan, diharapkan kualitas layanan dan pengawasan keimigrasian di Kalimantan Barat semakin meningkat serta mampu menjawab tantangan ke depan secara adaptif dan profesional.

