Pontianak, 19/01/2026 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat menggelar rapat intensif dalam rangka pembahasan persiapan Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah dan dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Kantor Imigrasi Pontianak, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pontianak, serta seluruh jajaran panitia pelaksana yang telah ditunjuk. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sangat penting untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan HBI dapat dipersiapkan secara matang, terkoordinasi, dan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dalam suasana yang penuh semangat kebersamaan, setiap peserta rapat diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan dan usulan, sehingga perencanaan kegiatan benar-benar mencerminkan kolaborasi dan tanggung jawab bersama. Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah penyamaan persepsi antar-satuan kerja agar tidak terjadi tumpang tindih tugas maupun kesalahpahaman dalam pelaksanaan teknis di lapangan.
Agenda utama dalam rapat tersebut difokuskan pada penyusunan jadwal kegiatan secara rinci dan terstruktur. Panitia membahas secara detail rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, mulai dari kegiatan sosial seperti donor darah, pelaksanaan upacara peringatan, hingga acara tasyakuran sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang institusi Imigrasi. Setiap kegiatan dibedah dari aspek teknis pelaksanaan, lokasi, susunan acara, hingga pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing seksi. Penentuan timeline juga dilakukan secara cermat agar seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan tanpa mengganggu pelaksanaan tugas rutin pelayanan keimigrasian. Dengan perencanaan yang sistematis ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan HBI ke-76 dapat terlaksana secara profesional dan memberikan kesan yang positif bagi seluruh peserta dan tamu undangan.
Selain pembahasan teknis kegiatan, rapat juga secara khusus membahas Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara mendalam dan komprehensif. Setiap komponen anggaran dikaji dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam penggunaan dana. Panitia memastikan bahwa seluruh kebutuhan kegiatan telah terakomodasi secara proporsional tanpa adanya pemborosan anggaran. Diskusi berlangsung secara terbuka dengan menekankan pentingnya transparansi dalam setiap pengeluaran yang direncanakan. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas institusi serta memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar mendukung keberhasilan kegiatan. Evaluasi terhadap pengalaman peringatan tahun sebelumnya juga menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun anggaran agar pelaksanaan tahun ini dapat lebih optimal dan minim kendala.
Lebih lanjut, rapat juga membahas pematangan daftar undangan yang akan melibatkan berbagai instansi pemerintah daerah, unsur Forkopimda, mitra kerja, serta pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral serta membangun hubungan kelembagaan yang harmonis. Peringatan Hari Bhakti Imigrasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial internal, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat kolaborasi dan meningkatkan citra positif institusi di mata masyarakat. Kepala Kantor Wilayah dalam arahannya menekankan bahwa HBI ke-76 harus menjadi refleksi atas dedikasi dan pengabdian jajaran Imigrasi sekaligus menjadi ajang memperkuat komitmen pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berintegritas. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan dampak nyata, baik bagi institusi maupun masyarakat luas di Kalimantan Barat.

