Pontianak, 24/02/2026 – Tim Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat menghadiri Rapat Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) yang membahas deteksi dini potensi gesekan horizontal pada momentum perayaan Cap Go Meh yang beririsan dengan awal bulan Ramadhan tahun 2026. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi strategis lintas instansi guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul akibat meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan. Kehadiran Kanwil Imigrasi Kalimantan Barat menegaskan komitmen institusi dalam mendukung upaya deteksi dini serta menjaga stabilitas keamanan wilayah menjelang dua momentum besar keagamaan dan budaya tersebut.
Rapat tersebut, Disporapar Kalimantan Barat memaparkan proyeksi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik yang diperkirakan mencapai 150.000 pengunjung, atau meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini dinilai akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah, namun di sisi lain juga memerlukan kesiapan pengamanan dan pengendalian yang lebih komprehensif. Pergerakan massa dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan kepadatan di pusat-pusat kegiatan, sehingga dibutuhkan koordinasi yang solid antarinstansi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan terkendali. Sejalan dengan hal tersebut, Binda Kalimantan Barat melalui Kabag Ops menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap isu SARA, penyebaran propaganda, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya seperti kemacetan lalu lintas dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Faktor-faktor tersebut dinilai dapat menjadi pemicu gesekan sosial apabila tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, seluruh unsur yang tergabung dalam Kominda diharapkan meningkatkan sensitivitas intelijen, memperkuat pertukaran informasi, serta mempercepat langkah respons apabila ditemukan indikasi kerawanan di lapangan.
Menanggapi dinamika yang berkembang, Kanwil Ditjen Imigrasi Kalimantan Barat menyampaikan komitmennya untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas melalui penguatan fungsi intelijen keimigrasian. Langkah konkret yang akan dilakukan antara lain mitigasi risiko berbasis pemetaan wilayah, pemantauan intensif terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing, serta peningkatan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait. Fokus pengawasan akan diarahkan pada titik-titik pusat perayaan dan wilayah dengan tingkat mobilitas orang asing yang tinggi, guna memastikan seluruh aktivitas tetap berada dalam koridor ketentuan keimigrasian. Upaya tersebut juga selaras dengan imbauan Forum Kerukunan Umat Beragama serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat yang mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat toleransi, saling menghormati, dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang kondusif selama periode perayaan.
Melalui koordinasi yang berkelanjutan dan pengawasan yang profesional, Kanwil Ditjen Imigrasi Kalimantan Barat optimistis seluruh rangkaian perayaan budaya dan pelaksanaan ibadah religi di wilayah Kalimantan Barat dapat berlangsung dengan aman, damai, dan tertib. Kanwil akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas deteksi dini, serta memastikan setiap potensi kerawanan dapat dimitigasi secara cepat dan tepat.

